Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Harus di obati atau Sembuh Sendiri, Cek Fakta nya!!!
Belakangan ini, isu gangguan kesehatan mental (gangguan jiwa) banyak
dibahas di kalangan masyarakat. Tentu Anda sudah tidak asing dengan
istilah gangguan mental. Menurut data Riset kesehatan dasar (RISKESDAS),
prevalensi gangguan mental emosional yang ditandai dengan kecemasan dan depresi
di Indonesia adalah sebesar 14 juta jiwa. Ironisnya lagi, orang dengan
gangguan jiwa (disebut ODGJ) mendapat perlakuan yang tidak pantas
seperti dipasung dan dikurung. Keadaan ini salah satu penyebabnya adalah
minimnya pengetahuan dan stigma yang menetap. Lalu
sebenarnya apa yang harus dilakukan saat seseorang mengidap gangguan
jiwa? Harus segera diobati atau sebenarnya bisa sembuh sendiri?
Kesehatan mental sering dipandang sebelah mata
Gila atau sakit jiwa adalah istilah yang paling sering digunakan awam
untuk yang mempunyai gangguan mental. Sebenarnya gangguan mental atau
gangguan jiwa tidak mengenal istilah sakit jiwa atau gila.
Konsep
gangguan jiwa menurut Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa
di Indonesia (PPDGJ) adalah suatu sindrom atau pola perilaku yang secara
klinis bermakna, berkaitan dengan disabilitas di dalam satu atau lebih
fungsi penting dari manusia. Ringkasnya, konsep gangguan jiwa adalah
mempunyai gejala klinis yang bermakna, menimbulkan penderitaan, dan
disabilitas dalam beraktivitas sehari-hari.
Kebanyakan penderita gangguan mental tidak memeriksakan keadaannya
Kesehatan jiwa sering tidak diacuhkan. Hal ini bukan hanya terjadi di masyarakat saja, tetapi tenaga kesehatan pun terkadang demikian. Menurut Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), hampir 50 persen tenaga kesehatan tak menghiraukan kesehatan mental.
Stigma merupakan penghalang terbesar saat ini. Anggapan dan perkataan seperti gangguan jiwa tidak harus diperiksakan ke dokter, bisa sembuh dengan sendirinya, dan ODGJ itu berbahaya bisa membuat orang enggan untuk berobat.
Lain halnya pada orang dengan anosognosia, yaitu kondisi di mana seseorang menunjukkan tanda yang jelas dari gangguan jiwa, tetapi tidak menyadari hal tersebut karena kurangnya pemahaman akan diri sendiri. Orang dengan gangguan mental tidak dapat mengetahui kondisi mereka secara akurat dan anosognosia ini 50 persen dilaporkan pada orang dengan skizofrenia atau keadaaan gangguan mental kronis lainnya.
Faktor lainnya seperti takut akan efek samping obat, khawatir dengan hasil diagnosis, dan merasa hal tersebut membuang waktu dan uang. Beberapa orang juga keliru dengan beranggapan bahwa gangguan jiwa disebabkan karena kurang iman. Padahal, gangguan jiwa disebabkan oleh gangguan pada keseimbangan zat kimia (neurotransmitter) atau kerusakan sel dan saraf otak seseorang.
Bahaya jika gangguan jiwa diabaikan
Ada beberapa hal yang dapat terjadi jika tidak segera menangani gangguan jiwa.
1. Kondisi ODGJ bertambah buruk
Gangguan mental tidak dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga tetap perlu untuk mendatangi tenaga kesehatan yang ahli (dokter spesialis jiwa, juga dikenal dengan istilah psikiater) untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.Jika tidak diperiksakan, gejala-gejala yang dialami ODGJ bisa bertambah buruk, bahkan lebih parah dari sebelumnya. Misalnya, Anda mungkin jadi semakin tidak bisa keluar dari rumah karena depresi dan putus asa, buat apa pergi ke kantor bila Anda tidak merasa pekerjaan Anda dihargai.
2. Merusak fungsi kognitif otak
Jika gangguan jiwa menyerang Anda, keadaan ini bisa mempengaruhi prestasi di sekolah atau kemampuan untuk belajar apa saja. Pasalnya, gangguan jiwa adalah masalah yang berkaitan dengan fungsi normal otak yaitu mengolah informasi, menyimpan informasi (daya ingat), berpikir logis, serta mengambil keputusan.Bahkan, tidak sedikit anak dan remaja yang terpaksa drop out dari sekolah karena masalah kejiwaan serius yang tidak ditangani dengan tepat.
3. Kualitas hidup dan hubungan pribadi terganggu
Gangguan jiwa bisa memperburuk kualitas hidup seseorang Hal yang mudah seperti bangun dari tempat tidur, bekerja, dan bersosialisasi dapat berubah menjadi hal yang sulit untuk dilakukan. Masalah mulai dari finansial, hubungan pribadi, sosial, hingga masalah kesehatan secara fisik pun bisa muncul.4. Kematian
Tidak ada orang sehat yang ingin melakukan tindakan bunuh diri. Sayangnya, gangguan jiwa bisa membuat seseorang kehilangan kemampuan untuk berpikir rasional dan beradaptasi dengan lingkungannya. Karena itu, orang yang punya kecenderungan bunuh diri sudah tidak bisa melihat jalan keluar lain selain mengakhiri hidup.Pemikiran yang keliru ini sangat bisa dicegah! Caranya adalah dengan memeriksakan diri atau orang terdekat Anda yang mengidap depresi atau menunjukkan gejala-gejala ingin bunuh diri.
Sumber :


Komentar
Posting Komentar